Selasa, 17 November 2009










Liputan6.com, Padang: Gempa berkekuatan 7,6 skala Richter yang mengguncang Pariaman, Sumatra Barat, Rabu (30/9) petang, juga dirasakan warga Medan, Sumatra Utara. Seperti di pusat perbelanjaan Sun Plaza di Jalan Zainul Arifin. Ratusan pengunjung yang sedang berada di dalam gedung ini langsung lari berhamburan menyelamatkan diri.

Kondisi serupa juga terlihat di kompleks perkantoran Bank Danamon, Jalan Diponegoro. Sejumlah pekerja terlihat panik dan lari keluar gedung meski aktivitas kantor masih berlangsung. Menurut seorang pegawai bank, meski gempa hanya berlangsung sekitar 6 detik, getarannya cukup terasa. Khawatir ada gempa susulan, mereka yang umumnya beraktivitas di gedung bertingkat memilih pulang lebih cepat.

Sabtu, 31 Oktober 2009

TRAGEDI GEMPA SUMATERA BARAT
Bangsa Indonesia kembali mendapat ujian Tuhan. Gempa bumi yang menimpa Sumatera Barat
dan sekitarnya yang demikian dahsyat (7,6 skala Richter), Rabu pekan lalu, benar-benar
merupakan peringatan Tuhan bahwa kita, bangsa Indonesia, harus selalu waspada dan
menyiapkan diri untuk menghadapi gempa setiap saat. Gempa di Sumatera Barat, yang hanya
berselang 28 hari dari gempa Jawa Barat, menjadi bukti bahwa bangsa Indonesia--seperti
halnya bangsa Jepang--harus rajin belajar dan bekerja keras untuk mengatasi tantangan alam,
khususnya gempa bumi, yang setiap saat melanda. Dengan kondisi alamnya yang
bergunung-gunung dan banyak gempa melanda negerinya, seperti halnya Indonesia, Jepang
bisa membangun negaranya dengan maju dan modern. Bila hal itu menjadi pandangan dan
obsesi bangsa ke depan, sikap optimisme kita akan jauh lebih besar ketimbang sikap
pesimisme dalam menghadapi bencana alam.
Barangkali itulah hikmah yang harus kita petik dari rentetan peristiwa gempa bumi yang sering
melanda Tanah Air. Apalagi gempa Sumatera Barat 30 September ini, yang kebetulan terjadi
pada hari yang amat bersejarah dan mudah dikenang. Pertama, terjadi pada 30 September,
mengingatkan bangsa Indonesia pada peristiwa sejarah pemberontakan Partai Komunis
Indonesia. Bangsa Indonesia berhasil mengatasi peristiwa sejarah amat berdarah tersebut.
Kedua, gempa Sumatera Barat terjadi hanya sehari menjelang pelantikan anggota Dewan
Perwakilan Rakyat periode 2009-2014--anggota DPR paling bersejarah karena mereka adalah
wakil-wakil rakyat yang dipilih berdasarkan suara terbanyak. Ini adalah wakil rakyat pertama
sejak Orde Baru yang dipilih langsung oleh rakyat dan ditentukan sepenuhnya oleh suara
terbanyak. Dengan demikian, di balik gempa Sumatera Barat ini tersimpan banyak sekali
makna dan harapan untuk bangsa Indonesia. Indonesia harus selalu siap menghadapi peristiwa
besar apa pun yang menimpanya. Setelah itu, harapannya, Indonesia harus selalu belajar dari
peristiwa-peristiwa besar untuk melangkah ke depan agar tidak terjebak pada
persoalan-persoalan kecil yang menyita waktu.

Kamis, 15 Oktober 2009

hai orang -orang masyarakat sebarkan sumbangan yg da di sumatra barat dan di aceh...............